Jumat, 26 Agustus 2016




Negara Indonesia mempunyai penduduk sebanyak  237.641.326 jiwa menurut data resmi sensus penduduk 2010 yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik. Dari sekian jumlah penduduk tersebut, ada jumlah penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) adalah sebesar 169,0 juta jiwa, terdiri dari 84,3 juta orang laki-laki dan 84,7 juta orang perempuan. Begitu banyaknya jumlah penduduk usia kerja di Indonesia, membuktikan bahwa  Indonesia tidak hanya membutuhkan seorang pemimpin Negara yang hebat. Namun, penerus bangsa juga tidak kalah penting sebagai calon pemimpin bangsa di kemudian hari.
Pemecahan masalah Negara tidak lepas dari peran pemuda Negara ini.  Salah satunya adalah masalah kemiskinan yang masih menjadi momok utama di Indonesia. Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2012 mencapai 29,13 juta orang (11,96 persen), berkurang 0,89 juta orang (0,53 persen) dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2011 yang sebesar 30,02 juta orang (12,49 persen). Pemuda tidak bisa hanya tinggal diam menunggu pemerintah turun tangan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Tapi, mereka dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut perlahan-lahan. Mau tahu bagaimana caranya? Gampang, buka aja tuh  lapangan kerja. “Lho? Kok lapangan kerja?” . Lapangan kerja membuka lowongan pekerjaan bagi rakyat Indonesia. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada Agustus 2012 mencapai 6,14 persen, mengalami penurunan dibanding TPT Februari 2012 sebesar 6,32 persen dan TPT Agustus 2011 sebesar 6,56 persen.
 Bukan sembarang pemuda yang mampu melakukan hal tersebut. Tetapi pemuda yang kreatif, tangguh, mandiri dan inovatif yang mampu mengubah Indonesia di mata dunia. Indonesia memang masih sangat membutuhkan pemuda-pemuda yang mampu berkompetisi dalam kerasnya persaingan berwirausaha. Menurut data, jumlah pengusaha atau entrepreneur di Indonesia baru 0,18% dari total penduduk Indonesia. Artinya baru sekitar 450.000 (data majalah Kesra-Menko Kesra menyebutkan 400.000 orang) penduduk Indonesia yang membuka usaha sendiri dan tidak tergantung bekerja pada pemerintah atau orang lain. Kalau setiap pengusaha mempekerjakan rata-rata 10 orang, maka baru ada 4,5 juta orang yang mampu diberdayakan. Padahal idealnya sebuah negara akan maju jika minimal 2% penduduknya jadi pengusaha, baik pengusaha kecil, pengusaha menengah, ataupun pengusaha besar. Misalnya Amerika Serikat memiliki 12% pengusaha dari total penduduknya, Singapura 7%, Cina dan Jepang 10%.
Coba bayangkan saja jika pengusaha di Indonesia setidaknya bisa mempunya pengusaha 7% saja dari jumlah penduduknya. Selain dapat memperbaiki ekonomi di Indonesia, kita-pun pasti bangga jika negara kita dapat ‘perlahan-lahan’ dapat menjadi mandiri. Maksud mandiri adalah Indonesia  tidak lagi bergantung dengan hutang yang dipinjam dari Bank Dunia atau Negara lain. Diharapkan dengan meningkatnya jumlah pengusaha di Indonesia, hutang yang dimiliki oleh Indonesia dapat tertutupi perlahan-lahan. Indonesia-pun juga bisa bersaing dengan negara-negara maju lainnya.  Bayangkan saja, Hingga April 2012 jumlah utang pemerintah mencapai Rp 1.903 triliun. Hal tersebut pasti akan memberatkan beban kita semua apalagi anak cucu kita nanti. Untuk itulah, mulai sekarang mari kita semua bangun bangsa ini dengan sikap tangguh dan bantulah penerus bangsa kita untuk terus mengembangkan ide kreatif dan inovatif.